Le Dernier Poème

J’ai tellement rêvé de toi
J’ai tellement marché, tellement parlé,
Tellement aimé ton ombre,
Qu’il ne me reste plus rien de toi,
Il me reste d’être l’ombre parmi les ombres,
D’être cent fois plus ombre que l’ombre,
D’être l’ombre qui viendra et reviendra
Dans ta vie ensoleillée.

–Robert Desnos

ini adl puisi yg rosa temukan di buku puisi papah. ada terjemahan bahasa indonesianya, yg nerjemahin wing kardjo, tp rada2 aku ubah dikit. naa ini terjemahan bahasa inggrisnya

The Last Poem

I have dreamed so much of you,
Walked so often, talked so often with you,
Loved your shadow so much.
Nothing is left me of you.
Nothing is left of me but a shadow among shadows,
A being a hundred times more shadowy than a shadow,
A shadowy being who comes, and comes again, in your sunlit life.

(translated by kenneth rexroth)

kalo indonesianya (ngawurly edited by rosa)

Sajak Terakhir

Begitu keras kau kumimpikan

begitu banyak ku berjalan, begitu rupa bicara,
begitu kucinta bayanganmu,
hingga bagiku dirimu tiada lagi tersisa.
tinggallah bagiku jadi bayangan di antara bayangan,
jadi seratus kali lebih membayang dari bayangan,
jadi bayangan yang datang dan kembali datang dalam hidupmu yang bersinarkan surya.
puisi ini kalo ga salah merupakan fragmen dari puisi yg lebi gede, dan kalo ga salah juga ini ditemukan di kamp konsentrasi ceko sesudah Desnos wafat. Ditulis di Kamp Konstentrasi Terezina, Mei 1945