Saya tak tahu apakah pencitraan merupakan padanan kata yang benar. Yang jelas, pencitraan di sini saya maksudkan sebagai branding, bukan imaging.

Saya tak akan menulis artikel tentang marketing. Saya hanya akan menulis tentang pandangan saya terhadap citra suatu produk. Tepatnya, suatu merk, dan apa saja yang mungkin membuat saya menyukainya. Atau mendewakannya.

Side Story:
Tadi sore, saya makan di chicken story BIP bersama Dini, Ulil, dan Selia, teman-teman kuliah saya. Setelah saya berpisah dengan teman-teman, karena tidak mempunyai acara apa-apa hingga jam 5, saya memutuskan untuk berjalan-jalan di mengelilingi mal.

ternyata sedang musim DISKON, kawan-kawan.

Saya pun berputar-putar melihat-lihat. Sesampai saya di Sport Station, saya melihat ada sepatu lucu! tapi sayang tidak diskon! Modelnya “sepatu cewek”, dengan sol yg menyenangkan untuk dipakai berjalan-jalan. Sayangnya, harganya sekitar Rp 499.000,oo.

Berjalan ke belakang…
Ada sepatu PUMA dg model yg saya incar dari dulu!
Betaaapaaa senangg diriku waktu tau harga itu seat Rp 299.000,00!!!
Ahaha.. Sayapun meninggalkan toko itu, menemukan kemeja putih Mint Rp 60.000,00 di Matahari..
Singkat cerita, saya meminta izin mama untuk membeli keduanya, dan saya pun ke ATM..
Yang artinya akhirnya saya membelinya. Hohoho…
I don’t know, but i thought that Puma is cool..

Jadi, intinya apa? hahaha.
Intinya adalah mengapa saya menganggap suatu merk cool. Itu sama saja dengan mengapa saya menganggap suatu merk “asli cepat rusak”, ataupun “elegan”. Itu pencitraan, kawan. Pencitraan itu pulalah, yang bila berhasil, dapat membuat produsen (yang adalah pemegang hak cipta merk) dapat seenaknya menentukan harga. Pencitraan pulalah yang membuat orang dapat bangga bila memakai sebuah, atau beberapa produk bermerk.
Karena saya menulis dari sudut pandang konsumen, saya tidak menyebutnya branding. Saya menyebutnya brand awareness, kesadaran citra.
Quote dr wikipedia:
brand awareness is a marketing concept that refers to a consumer knowing of a brand’s existence; at aggregate (brand) level it refers to the proportion of consumers who know of the brand.
Secara subjektif dan dari analisis saya, terbentuknya opini konsumen terhadap suatu produk dapat berasal dari
1. Media massa
    Saya ingat betul, saya pernah membaca artikel di media massa (saya lupa tepatnya, tapi paling mungkin Kompas/Tempo, karena saya dahulu setia membaca mereka) tentang branding. Saat itu, mereka menulis tentang barang merk X yang sempat jatuh, kemudian melakukan rebranding, hingga anak muda menganggap produk merk X keren. Sungguh sangat keren (oiya, catat, saya memandang keren karena upaya mereka melakukan rebranding, bukan karena opini punlik sekarang, karena toh saat itu saya masih kecil dan tidak tahu apa-apa tentang merk X), hohoho. Saya suka membaca artikel media massa karena sifatnya yang seharusnya tidak memihak dan memandang suatu masalah secara objektif (yaelah, pengulangan klausa -.-‘). Jadi, berdasar modal kebebasan pers, saya sangat senang untuk mengetahui sesuatu dari media massa dan mempercayai sesuatu yang tertulis di sana; hal-hal tersebut secara tidak sadar membentuk opini saya tentang sesuatu.
2. Lingkungan
    Tentu saja, keluarga dan teman-teman. Saya ingat saat SD saya melihat gebetan saya (jaman SD? tobat sana ros. sinau.) memakai sepatu merk X (sepatu lagi sepatu lagiiii cape deh ros kamu emang maniak sepatu – dan jaket -.-‘ -.-‘ -.-‘) dan sayapunnnn pengen make sepatu merk ituuu >.<>
3. Lambang
    Wah, kalo buat saya ini superrrr dupeeerrrrr krusial. Saya pecinta lambang soalnya, terutama yang terlihat simpel dan lucu. Menarik. Contoh: Kelme dan Puma. Miauuuuuw…. 
4. Iklan
    Perhatikan, iklan tidak termasuk media massa lo yaaa… Saya orangnya tidak mudah termakan iklan, karena saya tahu dalam setiap iklan para produsen selaluuu menonjolkan yang baik-baiknya aja. ^^
Saya lumayan sadar citra. Saya juga mempunyai kemungkinan membeli merk, bukan fungsi ataupun keawetan suatu barang (seperti yang sudah kita tahu, kawan, ada uang ada kualitas). Saya benar-benar MAKAN SEPATU. Sepatu merk apapun tidak akan bertahan lama bila saya yg memakai, tapi entahhh kenapaaa sampai detik ini saya masiiiih aja make’ sepatu bermerek. ga terhitung tuh sepatu dengan harga di atas seratus ribu yang saya rusakkan.
Sekalian curcol, saya punya jaket buanyak buanget….. Ya ga banyak2 amat sih, tapi kalo diliat dari jaket apa aja yg saya pake tiap hari, jaket2 itu kebanyakan -.-‘
Sebagai bonus, ada list brand yang rosa pake :)) baek yg terkenal sampe yg ‘apaan tuhhh’.
Jaket
Hard Rock
Hush Puppies
Nevada
Oakley
(kalo jaket saya kebanyakan punyanya jaket-komunitas dan ga bermerk. padmanaba, STEI, ITB, warrnambool, dan laen laeeeen)
Pakaian (atasan-bawahan)
Corniche
Cotton Club
Dust
Forex
Giordano
H&R
Hard Rock
Harley
Lea
Levi’s
Polo
Reebok
Simplicity
Tira
Triset
Sepatu dan Sandal
Airwalk
Aero
Diadora
Gosh
Kelme
Laviola
Nevada
Otha
Puma
Reebok (ini yg plg banyak)
Triset
Tas-Koper
Billabong
Bodypack
Exsport
H&R
Iwak Bandeng
Polo
President
Ripcurl
Roxy
Three Ray
Lain-lain
Billabong (topi)
DKNY (jam tangan)
Hush Puppies (ikat pinggang)
Nike (jam tangan)
Roxy (dompet)
Saya percaya, jika saya mau mengalahkan kantuk dan berjalan ke lemari saya, masih banyak merk yang mununggu untuk ditulis. 🙂

Quick update
loc: cc32
reading: modul tutorial fisika 2
eating: lumpia basah
waiting: strawberry coffee

Jadi, selama beberapa minggu ini, ada lagu yg hilang timbul di pikiran rosa. Liriknya kalo ga salah ‘aku bete bete bete. Aku bete dibiarin. Aku bete dicuekin’ dg irama yg ear-catchy. Naa, hari ini rosa berencana utk belajar fisika di cc.32. Naahh pas beli bekal belajar alias lumpia basah,si mang-nya nyetel lagu itu di hp! Hoho! Rosa udah gembira bgt dan ikt nyanyi, hehee. Bahkan rosa terpikir utk minta blutut itu lagu di hp mangnya, tp ga jadi gr2 isin, hahahaa. Setelah tau bygn liriknya, gugling deh. Ternyata yg nyanyi manis manja, judulnya bete.

Aku bete bete bete
Aku bete dicuekin
Aku bete dibiarin
Aku keki dianggurin
Aku bete bete bete…

kemarin malam, jam 11an, rosa membereskan kamar, dan baru selesai jam set 1. maaf ya, rosa g kepikiran utk take a pic 🙁

1. Niat
Niat ini adalah tahapan yang paling lamaaa, karena, bagi rosa, membereskan kamar butuh energi aktivasi yang sangat besar. bayangkan, fase ini memakan waktu hampir setengah hari (hari=24 jam), dari jam 1 siang saat rosa pulang dari rapat tim gelapnyawang sampe jam 11 malam *baru mulai*!!!
2. Membereskan barang (kasar)
Barang-barang yang ada di sembarang tempat dikembalikan ke tempat semula (atau sementara). Contoh: lipat bedcover, masukkan dalam lemari untuk sementara.
3. Mengurus pengeluaran kasur
Seprai dan sarung bantal dilepas. Ohya, pelepasan seprai itu menambah keyakinan saya bahwa selama seminggu lebih saya tidur dengan seprai terbalik 🙁
kasur diungsikan ke luar, di depan kamar sebelah saya. bersihkan kasur di luar dengan cara menepuk-nepuk kasur dengan seblak (sapu kebut).
seblak
4. Membuang berbagai sampah yang ada
Tahap ini memerlukan kantong plastik untuk membuang sampah. Seluruh bagian kamar, dimulai dari atas meja kecil, atas meja belajar, permukaan karpet, rak makanan, rak buku, bahkan dalam lemari dicek. Kemudian, kita harus memastikan tak ada sampah-besar yang tertinggal.
5. Membersihkan karpet
Ini lumayan lama, kawan. Pertama, pastikan tidak ada sampah tersisa di atas kapet. Kemudian, karpet dibersihkan dengan menggunakan seblak. Setelah bersih dari kotoran, lap permukaan atas karpet (lap basah).
Keringkan karpet dengan menggunakan kipas (angin-anginkan). Sembari menunggu karpet kering, lakukan langkah 5.
Setelah bersih, gulung karpet perlahan-lahan. Sembari digulung, bersihkan permukaan bawah karpet dengan seblak atau lap, supaya kotoran yang ada di bawah tidah mengotori permukaan karpet. Taruh gulungan karpet di luar.
6. Membereskan lemari
Ambil pakaian yang telah disetrika dari kamar baju. Taruh dahulu di kursi. Kelompok-kelompokkan pakaian-dilipat di dalam lemari menjadi seragam(SMA-olahraga), jaket, bawahan(celana dan rok), kemeja, dan kaus (berkerah dan tidak, baju rumah dan baju pergi).Kelompokkan pula baju dalam, kaus kaki, dan kerudung. Lipat dengan proper.
7. Membereskan meja-meja dan barang-barang tidak terpakai
Atur barang-barang yang ada di meja dan rak, kemudian lap meja. lap juga barang-barang yang berdebu, i.e emergency lamp. Barang-barang yang sedang tidak terpakai, spt teko lama, dimasukkan ke dalam dus yang ditumpuk di atas lemari.
8. Menyapu lantai
Seluruh bagian lantai disapu, sampai ke kolong meja dan rak.
9. Mengepel lantai
Siram-siramkan pewangi pel ke seluruh penjuru lantai, kemudian pel lantai. Angin-anginkan dengan menggunakan kipas angin.
10. Mencuci pel dan lap
Sembari menunggu lantai kering, cuci pel dan lap, kemudian jemur.
11. Memasukkan karpet dan kasur
Gelar dahulu karpet, kemudian masukkan kasur. Spreikan dan sarungkan bantal.
Selesai! Tidur!
 —
Tadi siang, karena malam harinya rosa berpikir kasur rosa sangatlah dingin, rosa menjemur kasur. Bantal dan bedcover sekalian ^^ mumpung lagi sangat terik
Setelah bantal dan kasur rosa angkat setelah 2 jam rosa jemur, rosa tertidur. Bangun-bangun UJAN!!!!!!!!!!!!
ASEM!
BEDCOVER!
OH NO!

kata-kata apa yang sering kita ucapkan pada orang, yang kita kenal maupun yg tidak kita kenal?

salam? ah yakin? masa sih kita sedang berjalan -jalan dan tiba-tiba mengucapkan salam? Freak abis ah.
terima kasih? hmm.. bisa.. tapi kan kayanya kita ga sesering itu mengucapkan terima kasih… Ato sayanya aja yg parah ya, hahaha..
kalo maaf dan permisi? hmm.. bisa dipertimbangkan…
*hha apaan sih
dahulu, saat di makassar, saya menggunakan kata tabe’ untuk mohon permisi.
bukan mau pulang sih maksudnya, yaa kayak salam ato mo permisi aja.
kayak mo ngembat sesuatu, tabe’ dulu
*aduh SWT nian dikau rosa
asal kata tabe’ itu setau saya dari kata tabik, kayaknya sih bahasa indonesia yang jarang digunakan, karena sewaktu alm Harry Roesli masih mengisi kolom asal usul (ato apa? lupa’) di kompas minggu, beliau sering menggunakan kata tabik sebagai salam penutup.
tabe’ ini juga sering diplesetkan sebagai tanja’ bembe. artinyaaa… *bentar rosa nanya setia dulu yaaa, akan kuedit soon*
waktu makan malem bareng temen2 termasuk kak mimi dari bali, saya mau ngambil makanan di deket kak mimi. terus, saya ngomong ‘tabik’, dan kak mimi agak kaget.
mimi  “loh, kok kamu bisa tahu tabik?”
rosa  “hoo,, kan di makassar pake kata tabik..”
mimi  “itu bahasa bali soalnya..”
hoo.. ternyata di bali dipake juga too…
kemarin, saya search kata tabik di internet. ketemu di wikipedia:
Kata tabik artinya “salam” atau “selamat tinggal”. Kata ini berasal dari bahasa Sansekertakşantavya atau ksantawya. Dalam bahasa Sansekerta artinya ialah “maaf”. Berhubung orang Melayu tidak bisa melafazkan bunyi /v/, maka bunyi ini menjadi /b/. Sehingga kata ini berubah menjadi ksantabya dan akhirnya menjadi santabe dan bahkan tabe atau tabik.

haha.. rosa malah menggunakan kata itu sebagai permisi…
kata2 tabik itu bertahan di lidah rosa selama SMA, saat rosa berada di yogyakarta.
tapi, sekarang saya di BANDUNG!!

haha.. dan kata tabe pun perlahan-lahan hilang dari kosakata rosa…
digantikan oleh kata punten, yang merupakan bahasa Sunda.
seringnya saya menggunakan kata punten dimulai dari  KM ITB, salah satunya saat di Cililin, Desa Mitra KM. sewaktu saya di sana untuk membantu pelaksanaan pengobatan gratis, mau tak mau saya harus berbicara pada masyarakat sana, yang kali aja ga tau arti kata tabik, XD.
selain itu apa ya? 
kayaknya gara2 kak Oka, mentri saya, hobi pake kata punten.
ketularan deh saya.
kalo menurut kamus Sunda online, punten artinya maaf ato permisi. oiya, e di punten dibaca pepet, seperti pada kata lemas.
hmm.. ayo liat seberapa lama rosa menggunakan kata punten!!
omong omong, anda menggunakan kata apa untuk bilang permisi?
X)
luv, rosa

halo kawan..

saya sedang sakit flu.
entah mengapa, semester 2 ini saya begitu mudah dihinggapi penyakit..
sedih rasanya.
ke mana semua stamina itu.
teman2 bilang: rosa, mungkin karena kamu lebih sibuk.
ya, saya akui, aku jadi lebih banyak berkegiatan daripada semester lalu.
tapi, bukankah jauh lebih banyak orang yang menjalani hidup seperti berlari dan tak pernah berhenti?
namun, kawan, saat ini saya bahagia;
semester lalu saya depresi;
saya merasa seperti alien, yang tak diterima di mana-mana.
berbeda dengan semua.
saya mempunyai semangat lain.
semangat yang berbeda dari semangat saat kita menyanyi di PSM.
semangat pengabdian masyarakat…
saat SMA saya ikut klub debat.
oke, saya tau berbagai kebobrokan negeri ini.
tapi apa yang bisa saya lakukan untuk membantu?
dulu saya menghadiri acara bakti sosial:
kunjungan ke panti asuhan, buka puasa bersama anak jalanan, donor darah,
ah, INSIDENTAL semua!
kapan masyarakat bisa mandiri??
sekarang, saya tercebur dalam community development,
yang sepertinya prospeknya jauh dari cerah.
seperti ada awan menggantung tepat di atas kita,
atau malahan matahari yang terik memanggang. kering kerontang.
oh iya, Gelap Nyawang adalah nama jalan di selatan ITB, sejajar dengan jalan Ganesha, yang memiliki banyak warung makan, relokasi pedagang kaki lima jl. Ganesha 2002.
 —
Kemarin siang, saya masih sehat.
haha.
saya berencana untuk makan bersama Wikan di RM Bundo Kanduang, Gelap Nyawang.
dalam perjalanan dari Masjid Salman, saya bertemu dengan dua orang pengamen yang saya kenal; saya pernah mengajar salah satu di antara mereka, Mira, mengaji, dalam acara belajar Forum Kakak Asuh PM-KM.
Maafkan saya dik, saya lupa namamu, siapakah nama temanmu, Mira? bolehkah saya panggil kamu si kecil?
saya menyapa mereka. Mereka menanyakan teman saya, Sari, yang tidak ikut bersama saya.
saya jawab, “Teh Sari tidak ikut, saya akan makan dengan teman saya..”
saya berjalan menuju RM BK dan bertemu wikan. saat makan, dua orang pengamen itu menghampiri kami.
teman, saya tak suka orang yang meminta-minta tanpa modal suara yang bagus.
ya sudah, saya ajak mereka makan.
teman, mereka belum makan..
saya suruh mereka mengambil sendiri, karena saya juga sedang makan.
saya suruh mereka masing-masing makan.
Mira memesan dua piring nasi dengan rendang. otak saya berteriak. MAHAL ROSA!
ternyata si kecil tak mau makan; ia ingin jus alpokat seperti yang diminum wikan. silahkan saja ^^,
lalu mereka berdua memesan jus alpokat.
karena si kecil tak mau makan, saya menawarkan; maukah dibungkus saja?
lalu ternyata Mira juga membungkus makanannya,
kemudian Mira mengambil plastik. untuk apakah?
ternyata ia membungkus air putih hangat yang secara otomatis dihidangkan.
Wikan memandangi mereka: dasar orang Indonesia…
aku terkesiap; untuk apa? apakah mereka bahkan tak punya minum di Taman Ganesha?
saat itu juga aku merasa telah mengambil keputusan yang benar.
kemudian mereka pergi dan mengucapkan terima kasih. mereka berlalu. aku melanjutkan makan. perutku agak sakit karena menerima rasa pedas dan berbumbu tanpa pemanasan – aku tak sempat makan pagi.
setelah selesai makan, wikan membayar jus alpokatnya. ia tak makan siang.
saat aku akan membayar, ia bilang: “Jusnya sudah Ros”
terima kasih wikan, semoga dua anak itu mengenangmu 🙂
 —
malamnya, aku terpaksa menghemat makanan gara-gara uangku habis.
bahkan, sekarang, aku hanya punya tiga lembar ribuan dalam dompet.
tapi aku bahagia,
dan aku merasa bersalah atas perasaan bahagia ini!
karena jika aku bahagia, aku merasa membeli kebahagiaan.
dan, ingat ini, teman, kebahagiaan tak bisa dibeli.
🙁
luv, rosa

tubuh dan jiwa adalah satu.

benarkah?
apakah saat tubuh menangis jiwa ikut menangis?
ataukah salah satu berbahagia saat yang lain menderita?
haruskah aku harus meneliti; Korelasi Tubuh dan Jiwa: Saling Menguatkan atau Meniadakan?
saat ini aku terlalu fisik.
saat orang jatuh fisik aku tahu.
saat fisik hilang aku menyemangati.
saat fisik berputar aku berdoa.
namun waktu batin bergemuruh aku tak mengerti
tak sadar
tak sampai otakku ini memahaminya
tak sanggup badanku ini menerimanya,
hingga aku melupakan mereka: orang-orang yang sakit jiwanya.
sekarang aku mencoba tahu!
dan aku akan membantu!
amin.
gilda:
gilda dtya (17/03/2009 19:57:04): mending cuman sakit fisik daripada sakit batin
gilda dtya (17/03/2009 19:57:05): 🙂
gilda dtya (17/03/2009 19:57:05): sakit fisik obatnya gampang
gilda dtya (17/03/2009 19:57:11): sakit ati obatnya susah