ini lagu yang tiap minggu gue nyanyiin. oke. lebai. gak tiap minggu juga sih. untung gue les bahasa jerman jadi terpaksa punya kamus bahasa jerman.

dari http://www.recmusic.org/lieder/get_text.html?TextId=21676&Transliterate=0&PRINTABLE=1

Leaf upon leaf floats lifelessly,

quietly and sadly from the trees;

its hopes never satisfied,

the heart dwells in dreams of spring.

Yet a sunny glance still lingers

in the late-blooming rose bush,

like one last bit of happiness –

a sweet hopelessness.

lifeless? the germany is leblos. leben – los. lifeless.

but still, a lifeless song can be full of sweetness.

but there is hope. if you believe. there is happiness, even if it is the last.

(letztes glück – max kalbeck)

well. ini dia tugas yang paling bikin bete. rekayasa lingkungan, TL 4002, dosen pak arief. bayangkan, saya gak tau soalnya apa, asal bikin, dan ternyata salah soal. hem. ya udah, setidaknya aku jadi lebih tau tentang energy footprint (hayo itu apa coba? gugling!!!) air minum yang kita minum *yaiyalah* dan ga kita minum *ada yang tau kepanjangan PDAM? LOL* tiap hari. Dokumennya ada di sini.

Intinya, aku menyorot air minum, terutama air minum dalam kemasan dan air PDAM. oiya, sebagai tambahan, di dokumenku ada sebuah pendapat dari bapak togar silaban, seorang pakar teknik lingkungan, mengenai seharusnya PDAM menyediakan air yang dapat langsung diminum ke rumah-rumah. Aku tertarik dengan pendapat ini, dan bikin logicstorm *temennya brainstorm, artinya gugling gugling dan melakukan olah logika alias mikir kecil-kecilan* tentang kenapa beliau berpendapat begitu. kesimpulanku, bisa aja sih pak togar bener. soalnya, definisi air minum di situ tak lain dan tak bukan adalah air yg bla bla bla yang dapat langsung diminum. logika lengkap, silakan baca link dokumenku di atas 😛

nah, di kelas, dosenku bilang, sebenernya air pdam itu, kalo kita dateng ke pdamnya dan berhadapan sama air yang uda selese diolah, bisa langsung diminum. masalahnya? ya distribusinya. pak dosen menceritakan air PDAMnya yang kadang2 ada cacing2 kecilnya. hiiiiy. kalo di aku sih,, kadang keruh,, saringan yang dipake mamah di kran dapur aja coklat… di jogja malahh bocor entah di mana, jadi sering dimatiin. di rumah sih bocornya. dan kadang keruh yg di jogja 🙁 ternyata, itu gara2 di pipa2 ke pelanggan ada yg bocor… selain itu karena pipa yg udah tua.. dan pipaa yg masih baru… kenapaa?? pipa yg udah tua ya krn tua.. dan yg masih baru karena abis dibeli gak dicuci dulu *ini apa banget sih alesannya? tapi emang gitu yg beliau ceritain -_-*

padahal, solusi dari air pdam yang geje ini adalah ya udah pake aja air pdam sebagai air buat keperluan mck dll tapi bukan buat minum 🙁 dan kita minum pake air dalam botol plastik, atau galon. hmm aku blm nyari2 yg galon, tapi mestinya sih kurang dari air botol energy footprint-nya… bisa beratus2 ato beribu2 kali deh itu energi yg dibutuhkan buat memproduksi air dalam botol daripada air pdam…

oke. bahasaku GAK TERSTRUKTUR dan aku bisa dibilang meracau. intinya:

hei kawan, coba pikir ulang sebelum kalian beli air botolan. untuk memproduksi air botolan, butuh energi sangat besar (terutama dalam memproduksi botol plastiknya) dibandingkan meminum air dari pdam (perusahaan daerah AIR MINUM). loh, tapi kan itu berlaku di luar negri? di sini mahh air PDAM gak bisa diandalkan (dan selama ini kita nrima). loh ternyata ada yg bilang, menurut undang2 air pdam harusnya bisa diminum langsung!!! benarkah itu? ternyata mungkin benar!! karena, either saya ga nemu peraturannya atau pemahaman saya salah. berarti pdamnya yang salah, harusnya dia bisa menjaga distribusi air ke rumah2 biar bisa diminum langsung, dan kita gak usah beli air botolan! tapi, itu mah solusi jangka panjang.. solusi praktisnya yahhh minum aja air pdam yang udah disaring dan direbus atau air galon. yang jelas jangan beli botolan mulu.

makasih.. hehhe *harus belajar merangkai kata*

minum air putih yg banyak ya guuuuys