I looked at my old archive in dropbox – and I found this.
This was my essay submitted for Accenture Journey. I had no idea I could write something like that hahaha – the old me.
Enjoy πŸ™‚

Achieving the Greater Us, for the Greater Indonesia

Sing aloud, β€œWe are we are, youth of the nation”! The repeating chorus of P.O.D.’s 2001 song reminds us that we, the youths, are the part of our nation’s future. Moreover, as university student, or more specifically undergraduate student, we can contribute more to our nation, Indonesia. As the β€œlucky” educated society, we can bring the more advanced technology and system plans that can support our nation. Lucky, since the participation number of higher education in Indonesia is only 18% (Kompas, 2009). Given this opportunity, we have no other choice to work harder and smarter to be greater, the greater us can lead to the greater Indonesia.

To be a greater person is not an easy thing to do. Be a greater person means that there are positive increases in our life, both in our skill or knowledge and in our emotional side or self concept. There are three basic skills to be greater; technical skill, human relation skill, and managerial skill. Thus, the emotional sides keep us not to be stressed and be happy with our life.

The first skill, technical skill, is the ones we get from our study. Depending on the major and the interest, the technical skills vary from one person to another. We can develop this skill by studying and researching in our field of study, or doing relevant projects. The important thing is to keep our academic curiosity, so we can keep our perseverance to solve a problem.

The human relation skill counts our attitude to other people; as a friend, as a partner, as a student, as a daughter or son. Having many activities with our friends and joining organization can be good for this skill. By improving this skill, our network is widened too, because by meeting new people and develop positive attitudes, people know us with good impression.

In managerial skill, we learn to think wholly, making strategic plans, and managing things and people. Time management is also the part of managerial skill. The rule is, how we can transform the resources we have into a system so that our goal can be accomplished. As well as improving human relation skill, joining organization is a best way to develop our managerial skill. In organization, we are faced by problems that have to be solved; usually involving more people and more things than academic problems.

But, the most important thing is that we have good emotional side and self concept. To be greater in this side, we have to listen to our heart: distinguish the right from wrong, good and bad, and having the integrity of doing the right things. Also, we have to take into account the feelings of others before we make a decision. The best way to improve this side is by having reflections and by thinking before doing. Having close friends is also a good way to keep our emotional side healthy. Additionally, volunteering in social projects is also great.

There is no time for us to wait, when we will be greater. With the right plan, as time goes by, we are greater and greater. From now on, do the things to be greater. Because, the greater us, the greater Indonesia could be.

Yay! Alhamdulillah hari ini lulus CAPM.

Sebenernya bukan hal untuk dibanggakan soalnya isinya udah ada gambarannya sejak kuliah sih… tinggal belajar lagi & ujian doang…
Tapi…..
Seneng lah ya. hahaha. Ada yg mau baca pengalaman saya? bukan tips & triks sih -_-“

Nih deh dikasih overview-nya:

  1. CAPM alias Certified Associate in Project Management adalah sertifikasi yg dikeluarkan Project Management Institute – ditujukan untuk orang-orang yang mau serius di Project Management tapi belum punya pengalaman yg buanyak alias masih pemula. Requirement-nya 23 contact hours education atau 1500 jam kerja.
    • Latar belakang saya adalah seorang (a) lulusan Sistem dan Teknologi Informasi ITB yang pernah dapet kuliah Manajemen Proyek 3 sks, dan (b) karyawan perusahaan bidang IT (sebut saja PT Multipolar Technology) yang role-nya macem-macem di Project Management Office – dari Project Admin (titelnya emang ini, divisinya jg Project Admin), Microsoft Enterprise Project Management Implementor (alias Product Development, kalau di CV tapi ditulisnya R&D πŸ˜› emang development kok :P), sampai Project Coordinator yg kerjaannya manage project kecil-kecil.
    • Untuk memenuhi requirement, karena pengalaman kerja saya belum sampai setahun dan kebetulan dulu pas kuliah dapet kuliah Project Management yang bahannya memang PMBOK (baca poin kedua) dan setelah dihitung-hitung dapat 37,5 contact hours, apply lah saya ke CAPM menggunakan hasil kuliah ManPro yang dapet A itu (yeah hatur nuhun yah Pak Mary Handoko Wijoyo).
    • Sebenernya PMI itu ngeluarin banyak sertifikasi. Yang paling terkenal dan demand-nya banyak dan di kantor saya PM-nya di-encourage utk ambil sertifikasi itu adalah sebut saja Project Management Professional. Tapi requirementnya 4500 jam kerja selama 3 tahun dan 45 contact hours belajar PM…. gak memenuhi deh, terpaksa CAPM aja :)) Terinspirasi utk ambil sertifikasinya itu sejak Niken, teman sekantor saya, cerita2 sama saya ttg sertifikasi PMI. Dia adalah seorang PMP πŸ™‚
  2. Bahan belajar CAPM adalah PMBOK – Project Management Body of Knowledge – dan emang seluruhnya dari PMBOK. Untuk ujian sebelum 1 Juli 2013, bahannya adalah PMBOK 4. Setelah tanggal itu pakai PMBOK 5.
    • Makanya saya ngebut belajar biar certified sebelum Juni selesai……
    • Bahan belajarnya memang bener-bener dari PMBOK (alias based solely on PMBOK). Baca deh ampe nglotok. Saya pribadi (ceileh) tau PMBOK ini sejak kuliah – memang Knowledge Area-nya (buat yang gatau Knowledge Area itu apa, buka aja tuh link wiki PMBOK) udah familiar sejak kuliah & istilah-istilah beserta kakas dan tekniknya juga sudah menjadi makanan jaman kuliah, terutama pas kuliah Project Management (kuliah STI) & Operational Excellency Strategy (kuliah SBM). Alhamdulillah yah.
    • Buat ujian ini saya belajarnya agak ngaco. Pas awal2 masuk kerja dan belum ada kerjaan sempet baca PMBOK (sekali, sampe abis) sekitar Juli-Agustus 2012. Waktu niat mau CAPM sekitar Februari baca PMBOK sampai abis tapi dibaca doang…. Abis itu karena setelah liat group LinkedIn CAPM banyak yg nyuruh ngapalin ITTO alias Input, Tools and Technique, and  Output-nya, saya baca lagi dari bab 4 sampai akhir, kali ini sambil take notes ITTO πŸ™‚ makasih ya Shanni atas pinjaman notes-nya, yg buat catat process & ITTO :). And then… latihan soal. kalau ini gugling aja, tapi rekomendasi dari saya, utk CAPM pakailah yg dari Oliver Lehmann. Maaf ya ga ada linknya :P. Yang paling membuat panik aaadalaaaaah 4 hari sebelum tes Bos saya bertanya: kamu baca bukunya Rita ga? Secara impulsif dan panik saya jawab ya… padahal baru baca satu atau dua bab dan itupun Juli/Agustus 2012 :))))))) Terpaksalah setelah itu saya baca bukunya Rita yang strategi tes PMP. Utk yang CAPM… bukunya harus indent dan saya ga beli :). FYI, “bukunya Rita” adalah sebuah buku persiapan ujian/exam prep. Well setelah saya baca dan ikut ujiannya sih, mungkin bukunya Rita – PMP memang cocoknya buat PMP ya, karena ujian CAPM itu PMBOK banget πŸ™‚ Baru 2 hari sebelum ujian saya konsen menghapalkan ITTO, bahkan sampai J-4 ujian :))) super deadliner sih, tapi jadinya ITTO masih fresh di otak.
    • So far I-TT belajar: PMBOK (thanks Irne utk pdfnya, thanks Martin utk buku pinjemannya), iPad utk baca pdf2 (thanks o-Ranger team & Accenture untuk iPad-nya), notes-nya Shanni (nuhun Shan :D), jaringan internet kantor, Tsel Flash, & AHA, dan ngggg apa lagi ya? kertas-kertas reuse kantor dan alat tulisnya deh :)) abis ini harus di-shredder nih, haha
  3. Tahapannya….. Daftar di PMI -> bayar ($300 utk non PMI member) -> pilih waktu dan tempat -> tes -> dapet result hari itu juga -> dapet sertifikat 6-8 minggu kemudian.
    • Naaaaah… ini nih yg tricky. Why? Karena saya maunya dibayarin kantor saya X) (sekitar Februari, saya sudah pernah bilang ke bos saya sih, katanya boleh kok CAPM dibayarin kantor) jadi intinya saya mengajukan permohonan utk sertifikasi. Setelah dagdigdug beberapa hari belum juga disetujui oleh bos saya, akhirnya disetujui (^O^)/ juga dengan komentar biaya akan direimburse setelah saya certified. Pesan tersirat: kalau saya gagal saya bayar sendiri :(( :(( :(( terpaksa deh belajar dengan rajin. FYI, biaya re-sertifikasinya kalau ngulang adalah $200. Thanks Bu Er, disetujui πŸ˜€
    • Untuk testing ini saya tes di PT Andalan Nusantara Teknologi di Intiland Tower Lt 11, Sudirman. Pilih yang paling deket sih, jadi tadi pagi saya jalan kaki hahaha. So far tempat tesnya menyenangkan. Dibandingkan Iverson Chase Plaza…. pantry-nya lebih oke Iverson sih, tapi utk ujian ANT oke kok. Dulu sih saya di Iverson training 3 hari. Tadi di ANT hanya saya seorang yang ujian pagi itu…. bisa balet deh di ruangannya.
    • Result CAPM saya adalah…. tararara dari bab 1-12 hanya satu yang moderately proficient! Lainnya proficient semua fufufu. Oiya, proficient itu menunjukkan knowledge kita utk bab tersebut above average. Kalau moderately ya… average 😐 :))
  4. Entah apa manfaat sertifikasi ini. Buahahaha….. Yang jelas sih menunjukkan kemampuan kita dalam…. memahami Project Management Body of Knowledge?
    • Sebenarnya pernah ada post di grup LinkedIn CAPM bahwa “the outlook is bleak” hahaha. suram yak, si orang yg ngepost diskusinya udah CAPM tapi belum kunjung dapat karir yang diinginkan sepertinya. Saya sih… hanya berharap ada orang-orang yang me-notify bahwa saya sanggup belajar PMBOK buku tebel itu dan berhasil CAPM X)
    • Belajar PMBOK itu harusnya menerapkan yang di buku ke kehidupan nyata. Saya…. adanya mengalami dulu dan baru sadar: ooooh ini ya maksud yang di PMBOK…. fail -_-” contohnya sebut saja Risk Breakdown Structure yang secara implisit dimaksudkan oleh PM client saya & tipe kontrak yang selama ini ternyata diobrolkan oleh Account Manger kantor saya & ada pula di form Change Request kantor saya :))
Gitu lah ya? hahaha.
Intinya sih saya sertifikasi untuk memanfaatkan pengetahuan yang sudah setengah saya miliki dan juga jadi pekerjaan sehari-hari – sayang aja kalau ga dibuktikan dengan sertifikasi dari organisasi yang memang terpercaya di dunia untuk urusan Project Management πŸ™‚
Next target: MCTS! Buahahahaha
Semoga bermanfaat ya untuk para Project Management enthusiast yang lain :*