Not staying in a country’s capital

Tau ga aku sekarang tinggal di mana? Iya, kota kecil bernama Delft. Sepi krik-krik-krik. Bukan sih, sepi kwek-kwek-kwek, soalnya isinya bebek.

Sebelum ini, aku di Jakarta nan ribut dan semrawut. Riuh ibukota: demo buruh, macet, dan lain sebagainya. Hehehe. Tapi, somehow, aku ga memilih untuk tinggal di ibukota untuk negara tujuan kuliahku. Somehow banget ya ni. Kayanya gara2 takut (Rosa? Takut? Serius? -___-“). At least merasa ga safe lah. Dulu, aku pengen kuliah di Itali. Inget, dulu liat berita-berita demo (rusuh?) di Roma, yang mana aku bersyukur “nanti kuliahnya di kota kecil Como kok, bukan di pusat politik yang didemo mulu”. Tau kan, Itali kondisi keuangannya nggak sebagus itu…

Pemikiran “kayaknya tinggal di ibukota nggak aman” ini sebenernya muncul (lagi: kemaren) gara-gara mikir tentang kakak sepupuku, Mbak Tia. Tau kan, Brussel kemaren riweh Molenbeek? Yang mana orang-orang bilang “Nggak ada teroris juga Brussel dari dulu udah serem”? Naaah, aslinya, si Mbak ini ngambil kuliah KU Leuven yang di Brussel. Tapi, somehow (aku juga nggak tau kenapa dia pindah jurusan), dia ambil jurusan lain yang kuliahnya di Leuven; jadinya dia tinggal di Leuven, cuma 2 hari seminggu nge-Brussel. Katanya, kemarin kampus Brussel ditutup, jadi dia nggak ngampus deh.

Setelah aku pikir-pikir lagi, iya sih, yang banyak muncul rusuh di berita itu di ibukota. Romania kemarin, aku nanya temenku yang anak Bucuresti keluarganya baik-baik aja gak (tau kan demo abis club fire yang one-thing-led-to-another akhirnya Ponta mundur? Aku masih nggak bisa nyambungin fire+stampede sama PM lengser), di mana aku nggak nanya ke anak Cluj-Napoca *ya nggak deket juga sih*. Contoh lain: Paris. Nggak usah dibahas lah ya ini, kalo nggak tau ada apa di Paris baru-baru ini kok ya kebangetan.

Itu aja deh, cuma mencurahkan pikiran dikit aja. Penutupnya apa ya? DC aja deh. Temenku yang di Washington, DC, cerita kalo di DC siaga satu juga after Paris incident. Katanya, beberapa hari yang lalu, ada insiden penembakan di deket apartemennya, yang bikin polisi jaga banyak banget (“Ternyata cuma penembakan biasa, bukan teroris,” kata dia. Hem. How can you say usual shooting -___-). Dia udah takut banget gitu, entah deh dia sembunyi apa lari ke luar.

Tot ziens! (Amsterdam apa kabar? Tiap ngomong tentang Amsterdam, anak luar pasti nyambungnya weed. Zzzzz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *