Pagi dia masih tidur. Aku udah bangun dari jam 9, mandi, terus baca paper social media analytics. Sarapan. Karena aku udah baca seluruh paper dan aku bosan, aku bangunin dia jam 10.44. Dia bilang mau bangun jam 11. Karena aku (masih) bosan, aku ngajak dia ngobrol. Nyari kerjaan apa kabar? Oh, belom. Kalo ga dapet2 mungkin aku bakal pulang ke Yunani join the army. Apah? Masuk tentara? Ternyata di Yunani ada wajib militer.

Nih artikelnya, buat lengkapnya.

Dia cerita, perusahaan2 Yunani banyak yang mensyaratkan calon karyawannya udah ikut wajib militer. Perusahaan ga mau ini karyawan masuk setaun terus ngilang ikut wamil. Wamilnya 9 bulan. Dulu katanya sampe 2 tahun, jaman ortunya dia. Kalo sampai umur tertentu dia belom wamil2, bakal didenda deh kayanya. Seingetku sih dia bilang gitu. Ada exception untuk WN Yunani yg tinggal di luar dan ga ikut wamil. Dia bilang, pasti dia bosen bete banget di sana karena yang ikut wamil kan nyampur yang not-educated (dia nganggep lulusan SMA itu not educated. Atau maksudnya dia, gak university-educated). Mau ngobrol apa? Paling tentang women and drink. I said to him, ya udah kamu ajak ngobrol yang berbobot lah. Dia bilang, lah susah kali. Dia mau ngobrol tentang sepakbola aja, karena dia ngerti sepakbola. Btw, sebagai latar belakang, dia kayanya pernah ikut sesuatu-sepakbola dulu, dan pelatihnya nanya siapa yang (university-level) educated. Cuma 2-3 orang dari belasan orang. I never knew the education rate in Greek so… Ok let me find out: this. “… at the university level, as the percentage of men and women that complete tertiary education in Greece is almost the same, at 27% and 28% respectively.” (Indonesia berapa?)

Dia cerita lagi, kali ini tentang penempatan. By default, orang-orang yang ikut wamil dikirim ke seluruh penjuru negeri dan perbatasan. Tapi, ada orang-orang yang “punya koneksi” yang ngatur supaya dia servicenya deket rumah, bisa pulang. Lol. Temennya ada yg ayahnya di bagian civil-nya military, dan dia ngegodain temennya bahwa dia bakal pake koneksi ayahnya (tanpa persetujuan si temen) untuk ditempatin di Athena, deket rumah. Padahal, temennya nentang banget tuh, hihi (“Those people who do that are faggot…”). Tapi, dia bilang paling dia bakal ditempatin di perbatasan sih. Siprus mungkin (yang mana aku masih bingung gimana perbatasan, karena Siprus kan pulau sendiri? :p atau mungkin laut?). Dan beralihlah pembicaraan kita ke pelajaran sejarah.

Dia cerita: mungkin salah satunya kenapa Yunani punya wajib militer adalah karena Yunani merupakan negara yang penuh tekanan politik di perbatasan. Turki… I said that I know the president is mad, and he said that the previous ones are even worse and it’s not about the president, it’s about the country in general. Dari situ, kita ngomong tentang Izmir dan Siprus. Dia cerita bahwa dulu sempet ada ketegangan antara Yunani dan Turki di Izmir: itu sekitar tahun 1920 (article here). Setelah jadinya si Izmir dikuasai Turki, banyak repatriasi orang-orang Yunani di Athena, yang mana dia cerita deket rumahnya di Athena ada yg namanya “New Izmir”, rumah mereka-mereka yang “pulang”. Tentang Siprus, katanya dulu Siprus itu isinya orang Yunani. Terus Turki masuk. Katanya buat mensupport orang-orang Turki yang ada di Siprus. Dan, jeng jeng, one thing led to another, Berdirilah Republik Siprus. Yang mana dia bilang Turki menguasai setengahnya. Tadi pagi aku ga paham. Setelah ku-wiki hari ini, ternyata ada Siprus utara (Turkish part) dan selatan (Greek part), di mana Lefkosia juga dibagi dua. I never knew this even though I have spoken to someone from Cyprus before! Am I ignorant? (Tolong ya Ros, Nagorno-Karabakh aja baru tau beberapa bulan lalu).

(Dia sambil sarapan)

Dia cerita, kali ini tentang (military?) occupation. Dia cerita, Yunani dulu dikuasai oleh Ottoman selama 300 tahun. Tapi, sekarang ga mungkin, karena Yunani itu bagian dari NATO. Jadi, kalo ada yg mencoba… Bakal dimusuhin USA. Haha. Side story: aku kesel sama USA karena saking superpower-nya mereka penduduknya jadi arogan. “Who cares about Lesotho? It’s all about America!” Aku kemudian inget Crimea: dia bilang, Ukraina ga masuk NATO, makanya ga ada yg beking. Oh well. NATO sebenernya apa sih? Aku sebenernya cuma tau kalo dia military treaty negara-negara Atlantik utara.. Udah. Dia bilang, “most countries in the western world join NATO”. Kemudian ngobrol juga, kalo misalnya beratus tahun kita dikuasai negara lain, mungkin kita gak akan merasa dikuasai, kali ya. Aku bilang iya sih.. Generasi muda mungkin gak ngerti sejarah dan versi-sejarahnya dibuat oleh pemerintah. Well, balik lagi ke kisah Siprus, pasti ada kisah Greek-version, Cyprus-version, dan Turkish version. Mungkin sama kayak Timor-timur: Timor version, Indonesian version, mungkin sama Australian version? Lol. Makanya tadi aku juga cerita ke dia tentang Timor-timur (dan perbedaan versi sejarah Indonesia merdeka, versi Indonesia 1945 dan versi Belanda 1949). Tapi aku juga bilang, Tibet pengecualian, karena ampe sekarang mereka juga masih merasa di-occupy Cina.

Such a wonderful Saturday Morning. Ta leme!

halo kawan..

saya sedang sakit flu.
entah mengapa, semester 2 ini saya begitu mudah dihinggapi penyakit..
sedih rasanya.
ke mana semua stamina itu.
teman2 bilang: rosa, mungkin karena kamu lebih sibuk.
ya, saya akui, aku jadi lebih banyak berkegiatan daripada semester lalu.
tapi, bukankah jauh lebih banyak orang yang menjalani hidup seperti berlari dan tak pernah berhenti?
namun, kawan, saat ini saya bahagia;
semester lalu saya depresi;
saya merasa seperti alien, yang tak diterima di mana-mana.
berbeda dengan semua.
saya mempunyai semangat lain.
semangat yang berbeda dari semangat saat kita menyanyi di PSM.
semangat pengabdian masyarakat…
saat SMA saya ikut klub debat.
oke, saya tau berbagai kebobrokan negeri ini.
tapi apa yang bisa saya lakukan untuk membantu?
dulu saya menghadiri acara bakti sosial:
kunjungan ke panti asuhan, buka puasa bersama anak jalanan, donor darah,
ah, INSIDENTAL semua!
kapan masyarakat bisa mandiri??
sekarang, saya tercebur dalam community development,
yang sepertinya prospeknya jauh dari cerah.
seperti ada awan menggantung tepat di atas kita,
atau malahan matahari yang terik memanggang. kering kerontang.
oh iya, Gelap Nyawang adalah nama jalan di selatan ITB, sejajar dengan jalan Ganesha, yang memiliki banyak warung makan, relokasi pedagang kaki lima jl. Ganesha 2002.
 —
Kemarin siang, saya masih sehat.
haha.
saya berencana untuk makan bersama Wikan di RM Bundo Kanduang, Gelap Nyawang.
dalam perjalanan dari Masjid Salman, saya bertemu dengan dua orang pengamen yang saya kenal; saya pernah mengajar salah satu di antara mereka, Mira, mengaji, dalam acara belajar Forum Kakak Asuh PM-KM.
Maafkan saya dik, saya lupa namamu, siapakah nama temanmu, Mira? bolehkah saya panggil kamu si kecil?
saya menyapa mereka. Mereka menanyakan teman saya, Sari, yang tidak ikut bersama saya.
saya jawab, “Teh Sari tidak ikut, saya akan makan dengan teman saya..”
saya berjalan menuju RM BK dan bertemu wikan. saat makan, dua orang pengamen itu menghampiri kami.
teman, saya tak suka orang yang meminta-minta tanpa modal suara yang bagus.
ya sudah, saya ajak mereka makan.
teman, mereka belum makan..
saya suruh mereka mengambil sendiri, karena saya juga sedang makan.
saya suruh mereka masing-masing makan.
Mira memesan dua piring nasi dengan rendang. otak saya berteriak. MAHAL ROSA!
ternyata si kecil tak mau makan; ia ingin jus alpokat seperti yang diminum wikan. silahkan saja ^^,
lalu mereka berdua memesan jus alpokat.
karena si kecil tak mau makan, saya menawarkan; maukah dibungkus saja?
lalu ternyata Mira juga membungkus makanannya,
kemudian Mira mengambil plastik. untuk apakah?
ternyata ia membungkus air putih hangat yang secara otomatis dihidangkan.
Wikan memandangi mereka: dasar orang Indonesia…
aku terkesiap; untuk apa? apakah mereka bahkan tak punya minum di Taman Ganesha?
saat itu juga aku merasa telah mengambil keputusan yang benar.
kemudian mereka pergi dan mengucapkan terima kasih. mereka berlalu. aku melanjutkan makan. perutku agak sakit karena menerima rasa pedas dan berbumbu tanpa pemanasan – aku tak sempat makan pagi.
setelah selesai makan, wikan membayar jus alpokatnya. ia tak makan siang.
saat aku akan membayar, ia bilang: “Jusnya sudah Ros”
terima kasih wikan, semoga dua anak itu mengenangmu 🙂
 —
malamnya, aku terpaksa menghemat makanan gara-gara uangku habis.
bahkan, sekarang, aku hanya punya tiga lembar ribuan dalam dompet.
tapi aku bahagia,
dan aku merasa bersalah atas perasaan bahagia ini!
karena jika aku bahagia, aku merasa membeli kebahagiaan.
dan, ingat ini, teman, kebahagiaan tak bisa dibeli.
🙁
luv, rosa