media transmisi secara umum ada 2 -> guided/unguided

guided: kabel dan segala turunannya (yang dapat mengarahkan perambatan sinyal)
unguided (tidak bisa mengarahkan sinyal). contoh gelombang2 wireless.
pake antena kaya tivi di rumah (yagi?) sinya radio yang dipancarkan sebagian besar akan ke (mana???? woy) pokonya intinya sinyalnya ada yg bandel2. dgn konstruksi antena tertentu si daya itu ngarah ke satu tujuan.
nah tiap kabel itu ada rentang frekuensinya masin2. jadi, untuk frekuensi x, pake kabel x.
pada sinyal2 dg frekuensi sgt tinggi (10^13an), saking gedenya f, biasanya dinyatakan dalam panjang gelombang. cahaya tuh contohnya.
-> GUIDED TRANSMISSION MEDIA “by solid medium”
yang harus dioprek: IMPEDANSI KARAKTERISTIK. -> harus = beban dari pemancar biar apaaa gitu aduh. hahha “matching impedance”
ketika menghubungkan medium transmisi dg apapun, karakteristik dari si media transmisi harus SAMA dengan perangkatnya. kondisi harus match. kalo engga? akan ada sinyal yang balik lagi (pantulan sinyal). akan berbahaya kalo maen2 sama transmitter. kalo ga match, akan ada sinyal ke hp yang balik lagi. bisa jebol transistornya.
*bapaknya megang2 kabel deket papan tulis, nyari2 impedansi (menurut lo?) katanya 75 ohm*
di socket biasanya ada tulisannya cenah. haha.
kalo masang antena televisi, yaudasiya. kalo antena hp harus hati2. tivi harus terima sinyal. kalo ga match gambarnya jelek
impedansi karakteristik dalam ohm.
nah. oprek kabel tembaga.
kelemahan: redaman tinggi (gara2 bahannya), “sensitif sama interferensi”. coba liat “hukum tangan kanan”. -> kalo ada GEM yg datang dari luar akan timbul arus. intinya ganggu transmisi (atau gagalkan kalau besar).
redaman meningkat kalo freq naik.*redaman itu “atenuasi”, satuannya desibel. pokonya entar lama2 ngilang. gitu deh. jadi, kalo gw manggil lo, “rosaaaa!!!” tar 5 meteran suaranya dah ilang. ini kayak masang karpet gitu dali yaaa.
open wire: kabel terbuka udah jarang dipake. terpengaruh kondisi cuaca lingkungan (asa tiang telpon) mengubah impedansi karakteristik. selaen itu, dia cuma bisa ada 12 kanal voice (12 percakapan).
maaf ya abal dan kacau catetannya. hehehe :*

ini post sambungan dari kemarin, kuliah pengantar jartel.

pertama, TUJUAN jartel.
tujuan dasar ari jartel adalah “mengirimkan informasi dari suatu user ke user lain yang ada di dalam jaringan”. kalo aku bayanginnya, sih, di teori jaringan, ada node sama ada penghubung antar node tsb. nah, si jartel ini mengirim informasi dari node ke node, atau “membuat garis”-nya. informasinya sih bisa beragam, tapi ya menurutku kalo di jartel semuanya jadinya sinyal :)) dan user (di jaringan publik namanya subscriber) bisa ngakses si jaringan pake apa2 yg beragam -> seluler fixed dll.
gambarnya agak ribet. aku pahami dulu yaaa *efek ga merhatiin kuliah
oh gitu.
jadi, anggepannya tuh ada cloud (udah tau cloud kan). di cloud ini ada node dan link-nya, yang kaya tadi aku bilang. node-nya adalah router atau switch, nah yang nyambungin tu backbone. dari tiap router atau switch, dia nyambung ke telp ato hp ato laptop *whatever* pake access network. nahh si backbone aliran informasinya jauuh lebih banyak daripada yang lalu lalang di jaringan akses.
nah terus switch. si switch ini pokonya milih2 dari inlet ke outlet. intinya aliran informasi.
terus network topology deh. “interconnection pattern of nodes in a network”
yang paling reliable dan survivable *naon sih bahasanya survivable* tu mesh. di mesh, semua node terhubung ke node lainnya.
terus star. star tu populer sekarang, di mana salah satu nodenya router. least survivable sih. tapi ini yg paling economic buat diinstall dan diadminister *apa sih ini. pokonya dimanage*
lainnya, ada bus, physical star/logical bus, sama ring.
oiya, teknologi yg dipake melalui jartel ada 3:
1. transmisi
2. switching
3. signaling
transmisi -> proses membawa informasi antar end points
yang sekarang, ada 4 medium: kabel tembaga, serat optik, gelombang radio, sama cahaya (infra merah misalnya).
kalo di jartel, transmisi itu buat ngehubungin antara router. keseluruhannya masuk transport network.
transmisinya, simplex sama duplex. simplex -> satu arah, duplex -> half duplex (HT) sama full duplex (telpon).
switching -> menghubungkan (switch) panggilan pada jaringan telepon – forward paket dari satu link ke link lain.
signaling -> ooooooo. jadi intinya ngirim sinyal “kita mau ngapain”. jadi entitas yang berada di jaringan (apapun, kaya switch) membentuk, mempertahankan, atau memutuskan sesi komunikasi di dalam jaringan. -> menggunakan suatu sinyal atau pesan tertentu.
tambahan.
ada sesuatu yg namanya “trafik”. trafik itu satuannya Erlang. per satuan jam. jadi, kalo gw ngobrol 20 menit, 1/3 erlang. itu buat satuan beban jaringan, baik si mesh yang di backbone atau di jaringan akses.

aku udah kehabisan ide mau nyatet bahan kuliah di mana. di sini aja deh.

kuliah ini jaringan telekomunikasi. aku kasih ringkasannya aja ya dari slide pendahuluan.
pertama, definisi jaringan telekomunikasi. di sini ada tiga, tapi yg akan aku ambil dari IEEE. di sini, telekomunikasi diartikan sbg transmisi sinyal jarak jauh (over long distance). dari webster sih cuma communication at distance.
dari view-nya, telkom bisa dideketin dari macem2: electrical, mechanical, bidirectional, unidirectional, kalo liat media2 yang ada. di sini, ada telpon, hp, jaringan data, tv kabel, pos sama pers. nah menariknya di sini POS juga telkom lo. tapi yg mekanikal. berarti emang ini definisinya si webster. komunikasi jarak jauh. tapi beda sih sm yg IEEE. kalo yg IEEE berarti cuma nyentuh si yang electricalnya doang. aku ga tau gambarnya ber-copyright ato ga, jadi ga berani taro di sini. walaupun sebenernya slidenya bisa diunduh di web dosennya.
dari sejarahnya, kalo mau diliat dari sisi “signal” dan “electrical” alias bukan merpati pos, telkom dimulai dari telegraf taun 1850. entah gimana caranya. taun 1930 udah bisa wireless. trus telpon. bla bla bla. pokonya gaul.
nah. buat jaman sekarang nu persaingan ketat itoeh, butuhlah si standardisasi. salah satu goal jartel adalah “melayani beragam pengguna yang perangkatnya macem2”. intinya, harus ada standar biar gak ngaco dan sendiri2. lah apa gunanya kalo si orang ga bisa komunikasi sama orang lain kalau yg dipake beda. standar ini menjamin “interoperability, compatibility, dan kinerja yang dipersyaratkan secara ekonomis”. aku ga begitu denger penjelasannya. ini quote buat INTEROPERABILITY: ability of diverse systems and organizations to work together (inter-operate). kalo compatibility aku ga nemu. kinerja lalala sih parameter2 kualitas jaringan kaya jarkom aja, kuantitatif kayanya.
isu satu lagi adalah “open standard”. ini kayanya maksudnya biar satu standar ga punya perusahaan tertentu doang, jadi bisa dari vendor ato operator berbeda.
nah ini yg seru: organisasi2 standar. yang nasional, di indonesia, ada ditjen postel. ada pula BRTI : badan regulasi telekomunikasi indonesia. inggris ada british standard institute, jerman deutsche-industrie normen, amerika ansi. yuk ah cekidot postel sama brti.
postel: setelah cekidot di websitenya, lagi banyak ttg blackberry dan si RIM. kenapa jadi kayak jubir kominfo ya -_- liat2 lagi deh. di regulasi, dibagi 4: pos, tel, freq, sama standardisasi. tapi ga mau ngulik2 lagi ah, ngantuk. yg jelas, postel ini punya 3 fungsi: pengATURan, pengAWASan, sama peNGENDALIan. atur: umum dan teknis dan perizinan, awas: pantau postel biar tetep sesuai aturan, kendali: pengarahan bimbingan penegakan hukum.
nah, kalo brti spesifik tel-nya, gada pos. awalnya utk melindungi kepentingan publik dan dukung lindung kompetisi bisnis telkom. tapi, dia ketuanya pemerintah (postel) dan ga ada wewenang eksekusi. lha ngapain dong?
kl d eropa, ada etsi, en/cenelec, sm cept. amrik ada ieee(802.11), eia(rs232), fcc, tia.
ada jg itu! int’l telkom union->badan pbb. itu-telkom buat pub rekomendasi jartel publik,itu-radio buat aspek radio ky freq.
besok yg elemen dasar ya!!!!