Tuhan, malam ini dingin.
dan kosong.
tapi Tuhan, tadi aku mendengar suara Hujan,
saat aku bernyanyi.
Sebuah lagu, tentang malam yang menjelang
dan bintang-bintang.
Katanya, aku harus cepat-cepat naik ke sana,
karena Neraka telah mengepakkan sayapnya, menggemuruhkan derapnya –
oh, Lucifer! Vexilla regis prodeunt inferni!
Aku takut, Tuhan. Aku ingin ke sana.
Melihat bintang-bintang.
Yang kemudian lenyap, karena tersilaukan cahaya-Mu.
quindi uscimmo a riveder le stelle…

Stretched out

Stretched out on the grass
a boy and a girl.
Savoring their oranges, giving their kisses
likes waves exchanging foam.

Stretched out
Stretched out on the beach
a boy and a girl.
Savoring their limes, giving their kisses
like clouds exchanging foam.

Stretched out
Stretched out underground
a boy and a girl.
Saying nothing, never kissing
giving silence for silence


hope you like it… absurd sih kayak lagu2 si witeker yang laen… tp worthed lah kalo ada yg nyanyi ini pas gue merid.. hehehe.

Krawang-Bekasi

by Chairil Anwar


Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)


(from melodanta)



video

The Young Dead Soldiers Do Not Speak
By Archibald MacLeish

The young dead Soldiers do not speak.
Nevertheless they are heard in the still houses … who has not heard them?
They have a silence that speaks for them at night and when the clock counts.
They say, We were young. We have died. Remember us.
They say, We have done what we could but until it is finished it is not done.
They say, We have given our lives but until it is finished no one can know what our lives gave.
They say, Our deaths are not ours … they are yours … they will mean what you make them.
They say, Whether our lives and our deaths were for peace and a new hope or for nothing we cannot say … it is you who must say this.
They say, We leave you our deaths … give them their meaning … given them an end to the war and a true peace … give them a victory that ends the war and a peace afterwards … give them their meaning.
We were young, they say. We have died. Remember us.


taken from militarysalute

Le Dernier Poème

J’ai tellement rêvé de toi
J’ai tellement marché, tellement parlé,
Tellement aimé ton ombre,
Qu’il ne me reste plus rien de toi,
Il me reste d’être l’ombre parmi les ombres,
D’être cent fois plus ombre que l’ombre,
D’être l’ombre qui viendra et reviendra
Dans ta vie ensoleillée.

–Robert Desnos

ini adl puisi yg rosa temukan di buku puisi papah. ada terjemahan bahasa indonesianya, yg nerjemahin wing kardjo, tp rada2 aku ubah dikit. naa ini terjemahan bahasa inggrisnya

The Last Poem

I have dreamed so much of you,
Walked so often, talked so often with you,
Loved your shadow so much.
Nothing is left me of you.
Nothing is left of me but a shadow among shadows,
A being a hundred times more shadowy than a shadow,
A shadowy being who comes, and comes again, in your sunlit life.

(translated by kenneth rexroth)

kalo indonesianya (ngawurly edited by rosa)

Sajak Terakhir

Begitu keras kau kumimpikan

begitu banyak ku berjalan, begitu rupa bicara,
begitu kucinta bayanganmu,
hingga bagiku dirimu tiada lagi tersisa.
tinggallah bagiku jadi bayangan di antara bayangan,
jadi seratus kali lebih membayang dari bayangan,
jadi bayangan yang datang dan kembali datang dalam hidupmu yang bersinarkan surya.
puisi ini kalo ga salah merupakan fragmen dari puisi yg lebi gede, dan kalo ga salah juga ini ditemukan di kamp konsentrasi ceko sesudah Desnos wafat. Ditulis di Kamp Konstentrasi Terezina, Mei 1945

Waktu adalah Mesin Hitung

Waktu adalah mesin hitung, cintaku.
Jam berkeloneng dingin (seperti gaung)
di kota itu. Angka-angka telah lama tahu:
bayangku akan hilang sebelum salju.

Sementara kau akan tetap jalan
(seperti kenyataan). Sampai pada giliran.
Mengaku, tiap kali daun jatuh di rambutmu:
“Ternyata kenangan hanya perkara yang lucu.”

Tentu. Tidak apa. Kita tak memilih acara.
Pada angin runcing dan warna musim kau juga
akan terbiasa. Nasib telah begitu tertib.
Pada Lupa kita juga akan jadi karib.

Goenawan Mohamad, 1973

Time is Our Abacus

Time is our abacus, my love.
The clock chimes coldly (like echoes)
in that town. The numerals have long known:
my shadow would disappear before snowfall.

While you (like reality) will continue
on your way. Until your time comes.
Confessing, each time a leaf falls on your crown:
“Memory is but a funny thing.”

Of course. Never mind. We do not set the agenda.
You too will be at ease with sharp winds and the
colors of season. Even fate has become so tidy.
And Forgetting intimate.

(translation by Laksmi Pamuntjak)

that is one of my fav poems,, do you remember Yang Fana adalah Waktu in Pear’s out of my life? the author is Sapardi Djoko Damono. My fav poem, too..

Yah, ini tugas bikin puisi lama yang disuruh oleh bu suji setelah sekian lama tidak diajar oleh beliau (salahnya siapa hari sabtu libur trus? Haghag)

Talibun Nasehat

Jaket coklat, pagi ini

siang hari berganti rupa,

dengan kardigan oranye ceria.

Bila anak ingin pergi

pamitlah dulu pada orangtua

supaya tidak khawatir mereka.

 

Bila ingin bicara rahasia

supaya orang tidaklah dengar

ayo, di balik pintu kamar saya.

Anak jangan bermain saja

belajarlah sana biar pintar

nanti jadi orang berguna.

 

Pergilah paman ke Danau Toba

ada ikan berenang cepat

di jantungnya ditombak tepat.

Ayo berlari berolahraga

karna di dalam tubuh sehat

terdapat pula jiwa yang sehat.

 

Sari jeruk asam ditambah es

segar diminum pagi hari

asalkan tidak sakit gigimu.

Bila jadi orang yang sukses

jangan lupakan kami di sini

pulanglah kembali bangun desamu.

 

Aku kerasukan apa sih, bikin talibun ga mutu gini? Tadinya aku mau bikin pantun. Tapi, dgn pertimbangan udah banyak orang yang bikin pantun (dan syair), aku milih talibun. Believe it or not, ini talibun pertama yang kubuat!!

(Post ini diilhami dari kejadian tadi pas PadLitStar)

Aku juga bisa memetik bintang itu!!

Bukan cuma kamu!


 

Alah! Hanya melompat memegang gunting.

Harusnya kupetik saja tadi bintang yang berwarna kuning.


 

Biar dia simpan bintang yang kuberi.

Di kamarnya. Tergantung di langit-langit yang tinggi.


 

Anak hanya meminta, “Ibu, ambilkan bulan!”

Memangnya bintang tak bisa berikan penerangan?


 

Apa kamu tak cemburu? Kuberikan bintang yang kupetik ke dia?

Harusnya tak kaukorbankan dirimu untuknya!!


 

Hei, dengar! Sekali lagi sudah kubilang! Itu BINTANG!

Kau bisa mati gara-gara memetik bintang! Jangan berikannya pada orang sembarang!


 

Tapi satu kuberitahu.


 

Aku juga bisa memetik bintang itu!!

Bukan cuma kamu!


 

(kejadiannya apa emangnya pas padlitstar? Udah deh, ga usah bertanya-tanya. Gak bakal kukasihtau di sini. Yang jelas, gara2 itu, aku terinspirasi.. tapi di sini bintangnya bukan BINTANG DEKOR PADLITSTAR!!)

Percaya ato gag. Believe it or not.

the girl sitting in front of rumi’s computer now berhasil dapet foto2na persevere,, sudaaw masup photoshop,,

em, i’ve edited (blurred, truthfully) persevere’s photo in photoshop (my momma got mad yesterday!! she told me that i should’ve study!! this is my 3rd yr!! no more computer for photo editing!) yesterday. it becomes my wallpaper in my cellphone now, haha.

come to daily report,,

YESTERDAY– KIMIA PAD 2 – 210807

Rosa tiada semangat pagi ni, tak mengerti deltaTf maupun delta Tb, lagi tekanan osmotik — pi. Rosa cuma tahu pi di matematika, tak tahulah yang lain.

“asam organik dilihat COOH-nya, kalo anorganik yang dilihat H+nya,” pak Harjo jelaskan tu soal, LKS KIM p4.26. Rasanya seperti, jiwa ni anak tolol yang mencintai kimia dua tahun lalu hilanglah pula menguap entah ke mana, yang ada hanya sisa-sisa kebingungan yang masih dipelihara sedari kecil.

Ruang Kimia1 bagaikan penjara renggut kebebasan siswa, tak observasi kimia seperti seharusnya metinya lihat hasil reaksi di laboratorium campurkan asam dan basa
garam takkan meledak hanya asin.

Harus wajib mesti Rosa les kimia ayo cari guru Dinar mungkin bisa. Berapa harus kubayar ia? Bebal otak memang masalah bagi rosa andai Rosa pintar takkan Rosa tulis ni memoar Kimia

Ohmaii,, ehh btw ada berita lelayu, suami dari ibu Siti Dinarti, guru fisika SMAN 3 Yogyakarta telah meninggal dunia dg tenang tanggal 21 agustus 2007 jam 6 sore, semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan, Amin.

Tes Diagnostik

benci tes itu!! matematika kabeh dan ra iso akeh banget!! bencuii!! maapkan kalo sma 3 dapet peringkat rendah, itu pasti gara2 aq,,

hahaha

Jaket coklat hari ini. Tinta coklat pagi ini.
Aku duduk di R fisika menulis di atas meja kayu berwarna coklat melihat Pak Nana menjelaskan (beliau berkulit coklat)

Coklat coklat coklat aku ingin coklat malam ini
Temani ku tidur dan larut pulas bermimpi

Aku adalah Gretel dalam mimpi kunjungi rumah penyihir,terbuat dari coklat aku makan banyak-banyak aku kenyang kemudian cari Hansel
Tak bisa pulang aku bingung menangis lalu terpeleset aku tenggelam dalam coklat lumpur

Aku teriak aku bangun dan ibu di depanku tawarkan coklat…

Rosa, F1 160807 8.38am Ref BNMD p6