JM(Jubah Macan) adalah sebuah ekskul teater yang sangat eksis di SMA 3 Yogyakarta. Setiap tahun, JM menampilkan suatu Pentas Besar yang bermutu dan selalu dipadati penonton. Biasanya, tema pentas besar mencerminkan kritik sosial pada masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia. (Masalahnya, Bangsa Indonesiayang katanya besaar itu juga punya banyak masalah sosial,,)

Bagus sih, tapi kalo dibanding taon lalu masih begusan taon lalu deh kayaknya. Mas Dipta as Roima dan Mas Ponang as Julini waktu itu bagus banget. Tapi,w alaupun Hohok sangar as Roima, ucapannya byk yg ga’ jelas cz dia r-nya ga jelas (maap banget har). Billy bagus, tapi monolog n dialognya banyak yang ga’ kedengeran. Eh, tapi ada yg lucu lo!! Safa lucu banget,, hahaa,,

Tika aktingnya bagus, dia berhasil menghidupkan karakter Tarsih yang taun lalu dmainin m mb astha, dengan ciri khasnya sendiri. Keren-nya beda, tapi eventually they’re cool. Oiya, even fitra bilang di pengen terus di JM dan rada nyesel krn dulu dia berhenti di tengah jalan.

Ceritanya, Roima (hohok) dan sang waria Julini (Billy) datang kembali ke tempat Tarsih(Tika). Tarsih yang bisnisnya terancam redup karena rencana pejabat(Asad) dan orang asing(Didit) untuk menata tempat itu menjadi pemukiman dan pusat perbelanjaan masih harus menerima kenyataan bahwa Julini yang masuk kembali ke dunia prostitusi mendapat lebih banyak klien daripada PSK-PSK asuhan Tarsih. Sementara itu, Roima yang masih mendambakan hidup normal dan mempunyai keturunan ternyata ingin melanjutkan hidup bersama Tuminah (Bunga). Hal ini membuat Julini cemburu dan meninggalkan Roima. Di saat yang sama, kakak Tuminah yang baru bebas dari penjara, Tibal(mbuh lali sopo jenenge), sangat marah pada Tuminah karena ia menjadi pelacur. Sang mantan hansip, Kumis(Irwab, dulu diperankan oleh Mas Rossi), telah menjadi preman dan mendambakan hidup berkecukupan. Sekarang, ia menjadi preman dan Roima pun bekerja padanya. Dahulu, Kumis inilah yang menghancurkan hidup Tibal dan Tuminah. Oiya, tentang rencana penggusuran itu, Pejabat mengirim satpam(ardo, safa) untuk mengusir gelandangan dan para PSK Tarsih. Namun, tanpa sengaja, saat mengusi mereka, terdengar suara letusan pistol dari tangan para satpam dan Julini yang sedang meratapi nasibnya pun terbunuh.

Well, abis itu aq gak patek dong, pokoknya Tibal berhasil membunuh kumis dan Julini djadiin patung, gitu deh..

Dan pada pentas besar JM kali ini aku mengalami keajaiban dunia yang kedelapan..